Konsistensi Jazz Gunung Indonesia dalam menyuguhkan keragaman estetik musikal kembali dibuktikan lewat lini penampil utama mereka. Memasuki puncak perhelatan BRI Jazz Gunung Bromo 2026 yang akan bergulir sepekan penuh pada 18–25 Juli 2026, para Jamaah Al-Jazziyah dipastikan akan menjadi saksi dari pertunjukan yang mendobrak batas-batas genre musik konvensional.
Salah satu magnet terbesar yang paling dinanti adalah kehadiran diva pop-avantgarde tanah air, Isyana Sarasvati. Melalui sebuah sapaan manis yang diunggah secara resmi, Isyana dipastikan siap menghangatkan dinginnya panggung Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Probolinggo pada hari pertama, Jumat, 24 Juli 2026 di sesi Evening Show.
Mengenal Isyana Sarasvati: Komposer Visioner “Never Just One Thing”
Bagi penikmat musik global, sosok Isyana Sarasvati adalah simbol dari musisi perempuan yang merdeka dalam berkarya. Lulusan Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) dan Royal College of Music ini memiliki latar belakang sebagai penyanyi sopran klasik yang tangguh. Namun, alih-alih bertahan di zona nyaman, Isyana memilih bermutasi menjadi kekuatan dominan di kancah musik kontemporer.
Perjalanan diskografinya merekam evolusi rasa yang luar biasa. Dimulai dari akar pop manis lewat album Explore! (2015) dan Paradox (2017), Isyana melakukan lompatan radikal menuju ranah progressive rock dan eksplorasi avant-garde yang gelap sekaligus megah di album LEXICON (2019) serta ISYANA (2023). Di tahun 2026 ini, antisipasi para penggemar semakin memuncak seiring dengan rencana perilisan album penuh ke-5 miliknya yang bertajuk EKLEKTIKO.
Dengan torehan lebih dari 58 penghargaan—termasuk 14 piala AMI Awards selama 8 tahun berturut-turut, masuk dalam daftar Forbes Asia 30 Under 30, hingga penghargaan internasional dari Mnet Asian Music Awards (MAMA)—Isyana terus membawa konsep musikalitasnya ke panggung dunia seperti SXSW Sydney dan Asian Pop Festival di Korea Selatan. Bahkan, keunikan aransemennya sempat memikat gitaris legendaris eks-Megadeth, Marty Friedman, untuk berkolaborasi dalam lagu “my Mystery”.
Kehadiran Isyana di panggung Bromo di bawah arahan kurasi Sri Hanuraga adalah garansi lahirnya sebuah pertunjukan teatrikal yang megah, masif, sekaligus sangat intim dengan alam penonton.
View this post on Instagram
Strategi Cerdas Nonton Lebih Hemat dengan BRImo
Menyaksikan performa kelas dunia dari Isyana Sarasvati di tengah kepungan kabut malam Bromo tentu akan menjadi pengalaman yang jauh lebih sempurna dengan persiapan yang matang. Untuk mengantisipasi lonjakan penonton yang memburu tiket, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) selaku Official Banking Partner memberikan kemudahan akses finansial melalui aplikasi super-app BRImo.
Bagi nasabah setia, manfaatkan penawaran eksklusif berupa Diskon Tiket Hingga 40% untuk setiap transaksi pembelian tiket BRI Jazz Gunung Bromo 2026. Potongan harga khusus ini berlaku untuk seluruh kategori tiket yang tersedia.
Selain mengamankan tiket dengan harga miring, ekosistem digital nirsentuh (cashless) dari BRImo juga siap memanjakan Anda saat berada di lokasi acara. Sambil menikmati jalannya festival, Anda bisa berburu kuliner hangat atau pakaian pelindung dingin khas Tengger di area bazaar Pasar Karya Lokal dengan menikmati diskon belanja langsung sebesar 20% lewat fitur scan QRIS BRImo.
Panggung hari pertama Jumat, 24 Juli 2026 tidak hanya menjadi milik Isyana Sarasvati. Di hari yang sama, Anda juga akan disuguhkan penampilan melankolis retro dari Bilal Indrajaya serta kolaborasi internasional Ring of Fire Project feat. Sri Hanuraga & Simone Prattico (Italia). Segera buka aplikasi BRImo Anda, amankan tiket berdiskon khusus dan mari bersiap melebur dalam harmoni nada terbaik di atas awan Bromo!

Jazz Gunung Indonesia merupakan penyelenggaraan musik etnik berskala internasional yang diprakarsai oleh tiga sahabat: Sigit Pramono, Butet Kartaredjasa, dan Almarhum Djaduk Ferianto.
Jazz Gunung Series merupakan salah satu wujud dedikasi Jazz Gunung Indonesia untuk merambah ke gunung-gunung yang tersebar di Indonesia dengan mengangkat pariwisata dan kearifan lokal daerah yang diusung











Discussion about this post