View this post on Instagram
Di balik megahnya alunan musik jazz dan syahdunya lanskap Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, perhelatan BRI Jazz Gunung Bromo 2026 menyimpan denyut nadi perekonomian lokal yang tak kalah hangat.
Tepat di area bawah amfiteater, persis di samping Belanga Resto, deretan tenda putih Pasar Karya Lokal menjadi titik temu favorit para penikmat musik (Jama’ah Al-Jazziyah) sebelum dan di sela-sela penampilan para lineup impian.
Pasar Karya Lokal edisi 2026 ini bukan sekadar area komersial pendukung festival, melainkan panggung nyata bagi para pengrajin kriya dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khas Probolinggo serta Jawa Timur untuk memamerkan karya terbaik mereka.
Ragam Cita Rasa dan Sentuhan Kriya Nusantara
Tahun ini, Pasar Karya Lokal menghadirkan total 16 tenant kuliner dan 3 tenant kriya pilihan yang dikurasi secara khusus:
-
Kuliner Hangat di Udara Dingin: Untuk menghangatkan tubuh di tengah suhu dingin pegunungan Bromo, pengunjung disuguhkan ragam sajian kuliner Nusantara. Mulai dari Soto Tangkar Kambing, Soto Tangkar Daging/Ayam, bakso, hingga minuman hangat seperti Kopi Rempah Gula Putih/Aren buatan Libertaad serta Hey Matcha hangat.
-
Kriya & Produk Otentik Probolinggo: Sektor kriya menampilkan produk kerajinan rajut Bunga Nusantara, pakaian bercorak ecoprint nan elegan, hingga karya seni batik khas Probolinggo. Pengunjung tidak hanya bisa membeli, tetapi juga dapat melihat secara langsung demonstrasi pembuatan kriya dan kerajinan tangan di lokasi.
Ekosistem Digital Cashless dan Dukungan Nyata Bank BRI
Seluruh transaksi di Pasar Karya Lokal telah terintegrasi secara cashless mengandalkan teknologi pembayaran digital seperti EDC BRI dan QRIS BRImo. Kemudahan ini tidak hanya memberikan kepraktisan bagi para pengunjung tanpa perlu membawa uang tunai banyak di medan pegunungan, tetapi juga memastikan transparansi dan efisiensi pencatatan penjualan bagi para pelaku UMKM.
“Setiap transaksi yang kamu lakukan di Pasar Karya Lokal adalah langkah nyata untuk mendukung UMKM lokal agar terus tumbuh dan berdaya,” terang narasi resmi pengelola festival.
Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap inklusi keuangan dan dorongan belanja produk lokal, Bank BRI menyediakan berbagai penawaran menarik di area festival, termasuk Cashback transaksi via aplikasi BRImo dan mesin EDC BRI.
Sinergi Budaya, Musik, dan Pemberdayaan Masyarakat
Kehadiran Pasar Karya Lokal menegaskan misi utama perhelatan Jazz Gunung Indonesia: menjadikan festival musik sebagai wadah pemberdayaan masyarakat lokal (destinasi pariwisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif).
Sambil menunggu giliran panggung musisi favorit seperti Isyana Sarasvati, Bilal Indrajaya, hingga jajaran artis internasional tampil di panggung amfiteater, menikmati sajian kuliner lokal dan memborong oleh-oleh khas Bromo di Pasar Karya Lokal menjadi ritual wajib yang melengkapi kehangatan perayaan BRI Jazz Gunung Bromo 2026.

Jazz Gunung Indonesia merupakan penyelenggaraan musik etnik berskala internasional yang diprakarsai oleh tiga sahabat: Sigit Pramono, Butet Kartaredjasa, dan Almarhum Djaduk Ferianto.
Jazz Gunung Series merupakan salah satu wujud dedikasi Jazz Gunung Indonesia untuk merambah ke gunung-gunung yang tersebar di Indonesia dengan mengangkat pariwisata dan kearifan lokal daerah yang diusung










Discussion about this post