Ada sebuah alasan mengapa ribuan orang rela menembus dinginnya malam, mendaki ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, dan duduk berjam-jam di sebuah amfiteater terbuka di kaki Gunung Bromo. Alasan itu bukan sekadar untuk mendengarkan musik, melainkan untuk merayakan sebuah ritus tahunan: meresapi harmoni di mana alam, manusia, dan kebebasan nada melebur menjadi satu spiritualitas yang intim.
Tahun ini, ritus bertajuk BRI Jazz Gunung Bromo 2026 kembali memanggil para Jama’ah Al-Jazziyah untuk pulang ke rumah sejatinya. Di tengah kabut Tengger yang legendaris, sebuah eksibisi budaya lintas negara siap disuguhkan. Salah satu menu paling eksotis dan dinanti dalam linimasa festival tahun ini adalah kehadiran kolektif musik eksperimental asal Taiwan, Plutato, yang berkolaborasi dengan vokalis berkarakter soulful, Cait Magee.
Bagi sebagian orang, jazz adalah tradisi. Namun bagi Plutato dan Cait Magee, jazz adalah kanvas tanpa batas untuk melakukan pembacaan ulang terhadap akar budaya mereka.
Plutato dikenal di kancah musik Asia Timur sebagai unit yang berani. Mereka tidak hanya meniupkan saksofon atau memetik dawai dengan pakem klasik; mereka mengawinkan instrumen organik dengan lanskap synthesizer elektronik yang megah, menciptakan gelombang suara ambient yang terasa sinematik. Ketika musik eksperimental ini bertemu dengan Cait Magee—vokalis yang memiliki rentang vokal magis dengan sentuhan soul yang kental—berita yang lahir adalah sebuah ledakan emosi yang murni.
View this post on Instagram
Dalam sebuah pesan video hangat yang mereka kirimkan langsung dari studio persiapan mereka, Cait Magee tidak dapat menyembunyikan binar matanya saat menyapa pencinta musik di tanah air.
“Halo, Jama’ah Al-Jazziyah! Kami sangat tidak sabar untuk datang ke Indonesia. Kami akan membawa musik yang memadukan elemen elektronik modern, sentuhan personal khas Taiwan, hembusan jiwa (soul), dan tentu saja esensi keindahan dari jazz itu sendiri,” ungkap Cait penuh antusias.
Bagi warga Jakarta, Plutato & Cait Magee akan memberikan sesi pemanasan intim pada 22 Juli 2026 di Pelaga Lounge, Jakarta. Namun, sublimasi energi tertinggi dari kolaborasi ini baru akan benar-benar teruji ketika mereka berdiri di bawah konstelasi bintang dan kepulan asap mistis kawah Bromo pada hari Jumat, 24 Juli 2026.
Mendengarkan aransemen Plutato di ruangan tertutup tentu menarik, namun menyaksikannya langsung beresonansi dengan angin pegunungan Tengger adalah sebuah kemewahan pengalaman hidup yang sulit digantikan dengan apa pun.
Hadirnya musisi internasional seperti Plutato & Cait Magee membuktikan bahwa BRI Jazz Gunung Bromo 2026 telah bertransformasi menjadi diploma kebudayaan yang mempertemukan musisi global dengan kearifan lokal. Dukungan penuh dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sebagai mitra perbankan resmi menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan sebuah motor penggerak ekonomi kreatif.
Di sekitar area amfiteater, penonton tidak hanya dimanjakan oleh kurasi musik yang matang. Melalui kehadiran Pasar Karya Lokal, para pelaku UMKM, pengrajin kriya etnik, hingga pegiat kuliner khas Tengger berkumpul menjajakan kehangatan. Di sinilah ekosistem cashless digital yang diusung BRI memegang peran krusial. Seluruh transaksi di area festival dirancang menggunakan kemudahan pemindaian QRIS, memastikan perputaran ekonomi lokal berjalan cepat, aman, dan efisien tanpa merepotkan penonton dengan uang tunai di tengah cuaca dingin.
Mengingat antusiasme Jama’ah Al-Jazziyah yang masif dari berbagai kota di Indonesia maka menunda pembelian tiket hanya akan menyisakan penyesalan di saat antrean menuju Bromo mulai mengular. Sebagai langkah taktis dan cerdas, BRI memberikan apresiasi luar biasa bagi para nasabahnya sehingga anda bisa menghemat anggaran perjalanan secara signifikan dengan memanfaatkan aplikasi super-app BRImo. Tidak tanggung-tanggung, transaksi pembelian menggunakan BRImo akan langsung memotong harga tiket dengan Diskon Spesial hingga 40%!
Jangan biarkan kesempatan berharga ini menguap begitu saja. Segera unduh atau buka aplikasi BRImo Anda, amankan tiket perjalanan Anda menuju harmoni alam Bromo, dan bersiaplah menjadi saksi dari malam paling magis tahun ini bersama Plutato, Cait Magee, dan ribuan jiwa lainnya. Sampai jumpa di kaki langit Bromo!

Jazz Gunung Indonesia merupakan penyelenggaraan musik etnik berskala internasional yang diprakarsai oleh tiga sahabat: Sigit Pramono, Butet Kartaredjasa, dan Almarhum Djaduk Ferianto.
Jazz Gunung Series merupakan salah satu wujud dedikasi Jazz Gunung Indonesia untuk merambah ke gunung-gunung yang tersebar di Indonesia dengan mengangkat pariwisata dan kearifan lokal daerah yang diusung











Discussion about this post