Jazz Gunung

Logo Jazz Gunung White
  • JAZZ GUNUNG SERIES
    • JAZZ GUNUNG BROMO
    • JAZZ GUNUNG SLAMET
  • ARTISTS
  • ABOUT US
  • VOLUNTEER 2026
  • NEWS
TICKETS
Logo Jazz Gunung White
  • JAZZ GUNUNG SERIES
    • JAZZ GUNUNG BROMO
    • JAZZ GUNUNG SLAMET
  • ARTISTS
  • ABOUT US
  • VOLUNTEER 2026
  • NEWS
TICKETS
Logo Jazz Gunung White
  • JAZZ GUNUNG SERIES
    • JAZZ GUNUNG BROMO
    • JAZZ GUNUNG SLAMET
  • ARTISTS
  • ABOUT US
  • VOLUNTEER 2026
  • NEWS
  • TICKETS

Penampilan Energik RAN Tutup Panggung BRI Jazz Gunung Series 1: Bromo

July 21, 2025
Penampilan Energik RAN Tutup Panggung BRI Jazz Gunung Series 1 Bromo

Penampilan Energik RAN Tutup Panggung BRI Jazz Gunung Series 1 Bromo

Rangkaian Jazz Gunung Series 1 Bromo resmi dibuka oleh pertunjukan interaktif dari Papermoon Puppet Theatre bersama 58 Siswa SDN 1 Jetak Kab Probolinggo, meraka diajak berkeliling area sekitar sembari menyaksikan penampilan sarat makna dari Papermoon Puppet Theatre dan dilanjutkan dengan dengan workshop pembuatan boneka dari buah-buahan serta sayur-sayuran.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jazz Gunung (@jazzgunung)

Sebelum mengajak Kawan semua menyelami hari pertama Jazz Gunung Series 1 Bromo lebih jauh, coba bayangkan bagaimana rasanya menikmati alunan music Jazz pada suhu 9-14 derajat celcius? Tidak heran Jazz Gunung Bromo dijuluki sebagai Festival Jazz Tertinggi di Indonesia karena terletak pada ketinggian lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jazz Gunung (@jazzgunung)

Waktu belum genap menunjukkan pukul 15:00 tapi kabut perlahan mulai menyelimuti Amphiteater Jiwa Jawa. Hal ini tidak bertahan lama, setelah suara tajam harmonica mulai membelah kesunyian. Bak pintu gerbang yang terbuka, kabut mulai mengungkap tabirnya. Emptyyy dengan gagah berani melangkahkan kakinya, memainkan Jazz progresif bercampur rock yang dinamis.

Penonton seakan diajak menikmati suasana dramatis, tegang dan gembira secara bersamaan. Emptyyy yang digawangi oleh Karel William (drum), Mikail Alrabbdia (gitar) dan Rega Dauna (harmonika) dengan percaya diri menampilkan karya terbaik mereka. Hampir diujung perjumpaan, Emptyyy memainkan salah satu lagu band Grunge kenamaan asal Amerika Soundgarden dengan Judul Black Hole Sun secara instrumental.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jazz Gunung (@jazzgunung)

Setelah menegang Bersama Emptyyy, Jamie Aditya & The Mezzroles datang membawa menu yang jauh berbeda. Sajian kali ini memberikan sensasi suasana remang di Jazz Bar medium pertengahan 1900-an. Ia sempat berujar, suasana dingin semakin membakar semangatnya untuk segera bernyanyi. Lagu-lagu seperti Sweet Marijuana Brown, Reet Petite & Gone, Little Man Who Wasn’t There dan Kiss The Build a Dream On berhasil ditampilkan dengan apik nan enerjik ala Jamie Aditya.

Jamie juga membawakan lagu dari salah satu Musisi yang menginspirasinya Lil Hardin Armstrong dengan judul Harlem on Saturday Night. Sebagai informasi, Harlem menjadi salah satu kota yang kental akan hal kesenian, budaya dan music warga African-American yang terletak di Manhattan, NYC. Hal paling mengejutkan adalah saat Jamie Bersama The Mezzrolers membawakan Your Feet’s Too Big karya Fats Waller, ia mengajak penonton untuk bernyanyi bersama pada beberapa bagian. Jamie dan jiwanya seakan melebur, menunjukkan gestur kenikmatan, hingga berujung tepuk tangan meriah dari penonton. Jamie memilih Hey Bartender sebagai “pungkasan”, sebuah pernyataan bahwa penampilan perdana Jamie Aditya di Jazz Gunung Bromo harus dirayakan, cheers!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jazz Gunung (@jazzgunung)

Kini tiba saatnya kelompok bentukan Alm. Djaduk Ferianto tampil, Kua Etnika kali ini tampil wujud aslinya tanpa kolaborasi dengan artis lain. Seakan menjadi pengantar menuju senja, Kua Etnika mendendangkan lagu Matahari yang di medley dengan Burung Hantu, memutar Kembali memori masa kecil dengan suasana hangat di teras rumah bersama orang tercinta. Bagi Kua Etnika 19 Juli 2025 menjadi lebih special karena bertepatan dengan ulang tahun Alm. Djaduk Ferianto.

Pada lagu kedua, Silir Pujiwati vokalis Kua Etnika membawakan lagu “Nguntapke” sebagai hadiah yang dipersembahkan khusus untuk Alm. Djaduk Ferianto. Momen ini terasa sangat sentimental mengingat peran Besar Alm. Djaduk Ferianto pada perkembangan dunia jazz nasional terutama bagi Jazz Gunung Indonesia. Tidak hanya itu, Kua etnika juga mengajak penonton kontemplasi dan bermunajat sembari mengenang jasa nama-nama besar pada belantika Jazz Nasional seperti Djaduk Ferianto dan Idang Rasjidi.

“Duh Gusti ingkang welas lan asih, dateng paduko kulo maminto waras rahayu” sebuah munajat yang tidak hanya memohon Kesehatan tetapi juga keselamatan pada berbagai aspek kehidupan yang sedang kita lakukan sekarang. Uniknya, Kua Etnika tidak ingin tampil sendiri kali ini, mereka mengajak penonton untuk menjadi bagian dari kelompok mereka dengan berkolaborasi melalui bunyi pukulan kentongan diiringi langsung oleh Kua Etnika. Suasana yang mulanya khidmat dan penuh pengharapan langsung berubah menjadi senyum bahagia bagi dan enerjik untuk menghalau hawa dingin yang mulai menusuk kulit.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jazz Gunung (@jazzgunung)

Pertunjukan Kembali bergulir, kini tiba giliran Love Is mengajak Jamaah Al-Jazziyah menyelami music mereka. Love Is tampil dalam format kwartet, Jason Mountario (bas), Sri Hanuraga (pianis), Kelvin Andreas (drummer) dan Rainer James (saxophone). Rumit, berani dan terencana, sebuah gambaran jelas bagaimana Love Is tampil pada malam ini.

Seperti pada lagu kedua ‘Hush Hunt”, langsung menampilkan permainan intense nan rumit namun kemudian Sri Hanuraga bermain rapi mengiringi improvisasi dari personal lainnya. Hingga pada puncaknya, mendekati akhir lagu Rainer James ambil bagian, suara saxophone yang bulat bak mencerminkan rasa percaya diri dan keberanian. Lagu ini seakan membawa penonton pada suasana lautan luas berombak ganas yang diarungi dengan gagah berani, melalui permainan emosi ini semakin meyakinkan bahwa komposisi ini memang sangat terencana dengan apik.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jazz Gunung (@jazzgunung)

Karimata sebagai line-up performer selanjutnya menunjukkan skillnya dalam megeksplorasi setiap lagu jazz yang kaya akan sentuhan etnik. Band Karimata di BRI Jazz Gunung Series 1 Bromo tampil dengan formasi Candra Darusman (kibor), Aminoto Kosin (kobor), dan Budhy Haryono (drum) sebagai personel asli, ditemani Indro Hardjodikoro (bass), Dony Koeswinarno (flute, saksofon), dan Noldy Benyamin (gitar).

Lagu-lagu instrumental seperti “Dahaga”, “Relief”, “Gringgo”, “Kharisma”, “Diatas Batas”, dan “Why Not” jadi andalan Karimata untuk menghangatkan suasana di Bromo yang dingin. Di perhelatan BRI Jazz Gunung Series 1 Bromo kali ini, Karimata tidak sendiri. Group yang telah lama dikenal di era 80-an ini berkolaborasi dengan Windy Triadi, Penyanyi muda asal Malang untuk membawakan lagu “Masa Kecil”, “Hari Ini Milik Kita”, dan “Kisah Kehidupan”.

Di lagu tersebut Karimata mengajak kita untuk mengenang indahnya masa kecil lalu dihadapkan pada realita kehidupan tentang menerima dan terus berjalan melalui hari ini milik kita, setelahnya diberi penghiburan tentang keteguhan pada prinsip lewat suasana ceria pada lagu kisah kehidupan. Penampilan Karimata dengan Wendy Triadi terbukti sukses. Penonton memberi sambutan meriah untuk penampilan mereka.

Candra Darusman mengatakan, Karimata dalam penampilannya beberapa tahun terakhir, memang kerap membawa penyanyi kolaborator. Konsep menghadirkan musisi lokal berusaha untuk tetap dipertahankan. Pasalnya, kata Candra, hasilnya selalu memuaskan. “Waktu di Bali, penyanyinya juga hebat. Di Jogja, kemudian di Bandung, dan sekarang di Bromo ini ada penyanyi dari Malang, Wendy Triadi, keren juga. Jadi, terbukti bahwa artis lokal ini tidak kalah, bahkan kadang-kadang lebih bagus. Dan kita ingin terus ikut sertakan mereka,” tambahnya. Di akhir penampilan, Karimata kembali membawakan tiga karya instrumental, yaitu “Kharisma”, “Di atas Batas”, dan “Why Not”.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jazz Gunung (@jazzgunung)

Malam semakin larut namun antusias penonton BRI Jazz Gunung Series 1 Bromo belum surut, RAN yang didapuk sebagai penampil terakhir langsung membawakan tembang hits-nya secara maraton mulai dari Hey Tunggu Dulu, Selamat Pagi, Jadi Gila, dan Sepeda.

Perdana tampil di Jazz Gunung, RAN mengajak penonton untuk menikmati lagu-lagunya dengan nuansa yang berbeda, sekaligus menyanyikan lagu perdana Masih Takut Mencinta yang baru rilis kepada Jama’ah Al-Jazziyah. Lagu Masih Takut Mencinta sendiri merupakan bagian dari fase eksperimental album Teater Nestapa. Lagu ini membawa tema penyembuhan dan ketakutan untuk mencintai kembali setelah gagal dalam hubungan.

Harmoni vokal khas RAN dipadukan dengan semangat penonton menjadikan momen penutup ini terasa begitu hidup dan penuh euforia. Dengan latar langit malam Bromo dan sorotan cahaya panggung yang dramatis lagu berjudul Pandangan Pertama menjadi pamungkas dalam menutup Jazz Gunung Bromo Series 1. Penampilan mereka menjadi klimaks yang sempurna — menyatukan tawa, nyanyian, dan semangat Jama’ah al-Jazziyah dalam satu pengalaman yang tak terlupakan.

logo_jazz_gunung_-_black-removebg-preview
Jazz Gunung Indonesia

Jazz Gunung Indonesia merupakan penyelenggaraan musik etnik berskala internasional yang diprakarsai oleh tiga sahabat: Sigit Pramono, Butet Kartaredjasa, dan Almarhum Djaduk Ferianto.

Jazz Gunung Series merupakan salah satu wujud dedikasi Jazz Gunung Indonesia untuk merambah ke gunung-gunung yang tersebar di Indonesia dengan mengangkat pariwisata dan kearifan lokal daerah yang diusung

Related Posts

Andy F. Noya di BRI Jazz Gunung Slamet 2026

Dari Makan Durian hingga Konser Tanpa Sekat, Ini Impresi Andy F. Noya di BRI Jazz Gunung Slamet 2026

by Jazz Gunung Indonesia
June 30, 2026

Keindahan sejati sebuah festival musik luar ruangan sering kali tidak hanya diukur dari kemegahan tata lampu di atas panggung,...

Bri Jazz Gunung Slamet 2026 Berlanjut Lewat Ruang Belajar Kandahan Jazz

Tak Berhenti di Panggung Utama: Kehangatan BRI Jazz Gunung Slamet 2026 Berlanjut Lewat Ruang Belajar “Kandahan Jazz”

by Jazz Gunung Indonesia
June 28, 2026

Gemuruh tepuk tangan di panggung utama Wana Wisata Baturraden, Banyumas, pada Sabtu (27/6) malam lalu, rupanya bukan akhir dari...

Dedikasi Ibu Pertiwi Amelia Ong Untuk Kelestarian Alam Di BRI Jazz Gunung Slamet 2026

Dedikasi “Ibu Pertiwi” Amelia Ong untuk Kelestarian Alam di BRI Jazz Gunung Slamet 2026

by Jazz Gunung Indonesia
June 28, 2026

Solois jazz internasional, Amelia Ong, di panggung BRI Jazz Gunung Slamet 2026 Sabtu (27/6) kemarin, sukses menyisakan getaran emosional...

Simfoni Di Atas Awan Baturraden, Menakar Keberhasilan Regenerasi Dan Intimasi Di Bri Jazz Gunung Slamet 2026

Simfoni di Atas Awan Baturraden: Menakar Keberhasilan Regenerasi dan Intimasi di BRI Jazz Gunung Slamet 2026

by Jazz Gunung Indonesia
June 28, 2026

Musik jazz sering kali diasosiasikan dengan sekat-sekat ruang tertutup yang formal. Namun, di tangan Jazz Gunung Indonesia, pakem tersebut...

Anti Ribet! Ini Panduan Naik Kereta Api (kai) Ke Ke Bri Jazz Gunung Slamet 2026

Anti-Ribet! Ini Panduan Naik Kereta Api (KAI) ke ke BRI Jazz Gunung Slamet 2026

by Jazz Gunung Indonesia
June 26, 2026

Romansa di atas awan sudah di depan mata. Sabtu, 27 Juni 2026 besok, Wana Wisata Baturraden akan menjadi saksi...

Bank BRI Tebar Diskon Tiket 40% Di Jazz Gunung Slamet 2026

Nonton BRI Jazz Gunung Slamet 2026, Bank BRI Tebar Diskon 40% dan Hadiah Menarik Lewat BRImo

by Jazz Gunung Indonesia
June 26, 2026

Kabar gembira menghampiri para calon penonton BRI Jazz Gunung Slamet 2026. Setelah sebelumnya Jazz Gunung Indonesia mengumumkan adanya fasilitas...

BRI Jazz Gunung Slamet 2026 Sediakan Fasilitas 'free Shuttle Bus' Menuju Baturraden

BRI Jazz Gunung Slamet 2026 Sediakan Fasilitas ‘Free Shuttle Bus’ Menuju Wana Wisata Baturraden

by Jazz Gunung Indonesia
June 26, 2026

Perhelatan akbar BRI Jazz Gunung Slamet 2026 di Wanawisata Baturraden, Banyumas, tinggal menghitung jam. Bagi Anda yang sudah mengantongi...

Menjemput Intimasi BRI Jazz Gunung Slamet 2026 Di Lereng Baturraden

Menjemput Intimasi BRI Jazz Gunung Slamet 2026 di Lereng Baturraden

by Jazz Gunung Indonesia
June 25, 2026

 Bagi sebagian orang, musik jazz adalah tentang ruang tertutup yang elegan. Namun, bagi Jazz Gunung Indonesia, musik jazz...

Jazz Gunung Slamet 2026 Padukan Musik, Wisata Alam, dan Kuliner Lokal

by Jazz Gunung Indonesia
June 16, 2026

BRI Jazz Gunung Slamet 2026 kembali digelar di kawasan Wanawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada 27 Juni 2026....

Festival Musik BRI Jazz Gunung Series 2026 Hadirkan Pengalaman Jazz Di Atas Pegunungan

Bukan Sekadar Festival Musik, BRI Jazz Gunung Series 2026 Hadirkan Pengalaman Jazz di Atas Pegunungan

by Jazz Gunung Indonesia
June 3, 2026

Jazz Gunung Indonesia resmi mengumumkan jajaran lengkap musisi yang akan tampil dalam BRI Jazz Gunung Series. Memasuki tahun ke-18...

Discussion about this post

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Jazz Gunung (@jazzgunung)

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Jazz Gunung (@jazzgunung)

Jazz Gunung

MEMBER OF

Forum Jazz Indonesia

ORGANIZED BY

Jazz Gunung Indonesia
FOLLOW US ON CONTACT US
COPYRIGHT © 2026 JAZZ GUNUNG INDONESIA. All Rights Reserved.
3303
No Result
View All Result
  • JAZZ GUNUNG SERIES
    • JAZZ GUNUNG BROMO
    • JAZZ GUNUNG SLAMET
  • ARTISTS
  • ABOUT US
  • VOLUNTEER 2026
  • NEWS
  • TICKETS

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.