Jazz Gunung

Logo Jazz Gunung White
  • JAZZ GUNUNG SERIES
    • JAZZ GUNUNG BROMO
    • JAZZ GUNUNG SLAMET
  • ARTISTS
  • ABOUT US
  • BROMO JAZZ CAMP
  • VOLUNTEER
  • NEWS
TICKETS
Logo Jazz Gunung White
  • JAZZ GUNUNG SERIES
    • JAZZ GUNUNG BROMO
    • JAZZ GUNUNG SLAMET
  • ARTISTS
  • ABOUT US
  • BROMO JAZZ CAMP
  • VOLUNTEER
  • NEWS
TICKETS
Logo Jazz Gunung White
  • JAZZ GUNUNG SERIES
    • JAZZ GUNUNG BROMO
    • JAZZ GUNUNG SLAMET
  • ARTISTS
  • ABOUT US
  • BROMO JAZZ CAMP
  • VOLUNTEER
  • NEWS
  • TICKETS

BRI Jazz Gunung Series 2026 Siap Digelar, Konsisten Sajikan Festival Jazz Berkelanjutan

June 19, 2026
Festival Musik BRI Jazz Gunung Series 2026 Hadirkan Pengalaman Jazz Di Atas Pegunungan

Festival Musik BRI Jazz Gunung Series 2026 Hadirkan Pengalaman Jazz Di Atas Pegunungan

Dari sekian banyak festival jazz di Indonesia, Jazz Gunung mungkin bukan yang paling ambisius untuk menggaet sebanyak mungkin penonton. Penyelenggaraan festival ini tetap berpegang teguh pada idealismenya dengan cara yang lebih serius. Tak hanya sebagai wadah untuk bersenang-senang, tetapi juga menjaga agar ekosistem jazz di Indonesia tetap berkelanjutan.

Tahun ini, memasuki penyelenggaraan ke-18, tak banyak perubahan besar. Jazz Gunung 2026 tetap konsisten menghadirkan perpaduan antara musik jazz, keindahan alam, dan kekayaan budaya Indonesia melalui rangkaian festival yang akan berlangsung di kawasan pegunungan ikonik Indonesia. Festival musik utama akan dilaksanakan di Gunung Slamet pada 27 Juni, kemudian di Gunung Bromo pada 24-25 Juli.

Untuk Jazz Gunung Slamet 2026, penonton akan disuguhi penampilan dari Amelia Ong, Emptyyy, Kevin Yosua Big 6 feat Gracy Tamangendar, Mocca, serta NonaRia. Khusus Jazz Gunung Bromo 2026, akan ada penampilan spesial dari Indra Lesmana LLW feat Eva Celia & Teza Sumendra, Ali, Bilal Indrajaya, Bromo Jazz Camp, Kevin Yosua Big 6 feat Nesia Ardi, Littlefingers, Ring of Fire feat Simone Prattico (Italia) & Sri Hanuraga, Plutato feat Cait Lin (Taiwan), Simone Prattico Java Collective feat Sri Hanuraga & Kevin Yosua, serta Watchdog (Perancis). Sebagai bumbu baru, turut tampil Isyana Sarasvati.

”Kami menyepakati konsensus di Forum Jazz Indonesia. Kalau kami menyebut ini sebagai festival jazz, sekurang-kurangnya 80 persen itu musisi jazz. Ya, tidak jazz-jazz-an, artinya dipublikasikan jazz, tetapi di dalamnya ternyata bukan. Kami konsen. It is a real jazz festival, bukan yang campuran,” ujar Founder Jazz Gunung, Sigit Pramono, dalam jumpa pers pada Rabu (3/6/2026) di Institut Français Indonesia, Jakarta.

Dipelopori juga oleh Butet Kartaredjasa dan almarhum Djaduk Ferianto, musisi yang berakar dari musik tradisional, Jazz Gunung sedari awal dirancang untuk menggabungkan musik jazz dengan nuansa Indonesia. Identitas etno-jazz akan selalu konsisten disuguhkan dalam penyelenggaraan Jazz Gunung.

”Makanya ada Aga (panggilan Sri Hanuraga, pianis etno-jazz) yang masuk di situ untuk menjadi music director. Kita berkolaborasi. Ada nanti drumernya adalah Simone Prattico yang dari Italia. Itu juga kolaborasi dengan musisi Jogja di bandnya Pak Djaduk yang lama. Kita juga selalu ada Ring of Fire Project,” ujar CEO Jazz Gunung Indonesia Bagas Indyatmono.

Lahirkan talenta baru

Salah satu cita-cita Jazz Gunung adalah untuk mengembangkan komunitas dan regenerasi dalam musik jazz. Bagas menyadari betul bahwa perlu ada komunitas untuk mengumpulkan talenta-talenta baru dalam dunia jazz Indonesia. Salah satunya adalah dengan mengadakan Jazz Camp.

”Karena sudah 17 tahun berjalan, musisinya bisa habis nanti. Sudah ada yang main lebih dari dua atau tiga kali. Jadi, kami juga ingin mengangkat karya-karya yang baru,” katanya.

Bromo Jazz Camp Bersama Alfado Jacob Di Jazz Gunung Bromo 2025 Scaled
Bromo Jazz Camp Bersama Alfado Jacob Di Jazz Gunung Bromo 2025

Jazz, saat ini, memang bukan genre musik yang banyak peminatnya. Dibandingkan genre musik lainnya, jazz mungkin lebih banyak didengar oleh kelompok usia yang lebih tua. Namun, bukan berarti jazz akan meredup dan mati. Antusiasme anak muda terhadap Jazz Camp yang diadakan Jazz Gunung Indonesia menjadi penanda penting pertumbuhan musik jazz di Tanah Air ini.

”Kita juga, sejujurnya, kaget dengan peserta Jazz Camp karena mereka bayar. Jadi memang mereka pengin belajar dan ternyata banyak banget talenta muda Indonesia yang ikut. Kita baru tahu bahwa talenta kita tuh memang bagus-bagus,” lanjut Bagas.

Jazz Camp yang disebut Bagas bukan workshop musik biasa. Jazz Gunung Indonesia benar-benar ambisius untuk melahirkan generasi baru musisi jazz dalam negeri, termasuk menyediakan para mentor berpengalaman di dunia jazz seperti Sri Hanuraga dan Kevin Yosua. Tidak hanya mengajari musik, peserta Jazz Camp nantinya akan diberi panggung khusus di acara Jazz Gunung Series.

”Sering sekali yang terjadi kemarin-kemarin adalah ketika mereka enggak tahu setelah mereka belajar musik, main musik, habis itu ke mana lagi. Jadi, kita mau menyiapkan platform ini. Setelah mereka ikut main musik, ikut Jazz Camp setiap hari, mereka juga langsung praktik, dan Jazz Camp itu nanti langsung main di hari pertama Jazz Gunung,” tambah Bagas.

Dengan DNA Jazz Gunung yang kental dengan musik jazz etniknya, Bagas ingin Jazz Camp bisa menjadi wadah untuk melestarikan kombinasi permainan jazz dengan musik tradisional Indonesia. Ini juga yang membedakan Festival Jazz Gunung dengan festival musik jazz lainnya.

”Akhirnya, kenapa kami membuat proyek ini? Sebenarnya targetnya untuk tahun depan. Kami ingin para peserta dari Jazz Camp ini bisa lebih advance dengan menggabungkan musik jazz yang sudah mereka pelajari secara benar dengan musik tradisional. Namun, ini memang menjadi PR ke depan,” jelasnya.

Konsisten
Berkat totalitas penyelenggaraan festival yang terus melibatkan berbagai sektor perekonomian masyarakat, Jazz Gunung berhasil meraih penghargaan Green Event of the Year 2025 dari Kementerian Pariwisata. Bukan tugas yang mudah untuk mempertahankan gelar tersebut.

Gelar Wonderful Indonesia Awards 2025, Kemenpar Apresiasi Insan Pariwisata
Gelar Wonderful Indonesia Awards 2025, Kemenpar Apresiasi Insan Pariwisata

”Sebenarnya, di satu sisi itu jadi agak beban ya untuk mempertahankan itu. Tapi di sisi lain, kita, kan, memang enggak incer gelar sebenarnya. Kita dapat ya udah syukur gitu aja, tapi sebenarnya itu malah jadi ’beban’. Tapi ya, apa yang sekarang kita udah bisa lakukan, kita lakukan terus aja, tinggal nanti peningkatannya secara bertahap,” kata Bagas.

Bagas mencontohkan usaha tim Jazz Gunung untuk mengurangi emisi karbon, salah satunya dengan mulai menggunakan kereta api sebagai transportasi utama. Bagas tahu betul akan sulit jika memaksakan ketentuan ini pada seluruh pihak, termasuk artis yang diajak bekerja sama.

”Tahun ini panitia dikeretain semuanya dulu. Nanti ke depan baru ke artis,” lanjutnya. Untuk menyukseskan inisiatif ini, Jazz Gunung akan mencoba bekerja sama dengan Kereta Api Indonesia, khususnya juga bagi kemudahan transportasi untuk para pengunjung Jazz Gunung kelak.

Jazz Gunung Indonesia juga akan terus melibatkan masyarakat setempat. Tak hanya menyediakan wadah untuk kesenian asli daerah tertentu, tetapi juga mengajak dan mengajari masyarakat setempat beberapa soft skill agar terlibat langsung sebagai panitia.

Sebagai festival yang digelar di alam, tantangan lainnya adalah sampah bekas acara. Untungnya, pihak Jazz Gunung Indonesia sudah membuat rencana untuk memilah sampah makanan dan meminimalisasi penumpukan sampah di venue.

Salah satunya adalah larangan membuang sampah selama festival. Jazz Gunung Indonesia juga akan bekerja sama dengan para tenant F&B untuk mengurangi limbah makanan dan minuman selama acara berlangsung.

Source Link

Kompas id

Kompas.id adalah surat kabar nasional Indonesia di bawah naungan PT Kompas Media Nusantara

Related Posts

Banner BRI Jazz Gunung Bromo 2026

Panduan Lengkap Jamaah Al-Jazziyah: Kupas Tuntas Jenis Tiket Hingga Persiapan Menuju BRI Jazz Gunung Bromo 2026

by Jazz Gunung Indonesia
July 15, 2026

Kerinduan untuk merasakan dinginnya kepungan kabut pegunungan Tengger yang berkelindan dengan kehangatan musik jazz sebentar lagi akan terobati. Puncak...

Menanti Kejutan Magis Pop-Avantgarde, Isyana Sarasvati Kirim Sapaan Manis untuk Jamaah Al-Jazziyah

by Jazz Gunung Indonesia
July 14, 2026

Konsistensi Jazz Gunung Indonesia dalam menyuguhkan keragaman estetik musikal kembali dibuktikan lewat lini penampil utama mereka. Memasuki puncak perhelatan...

Inkubator Strategi Industri Musik, Pendaftaran Bromo Jazz Camp 2026 Resmi Dibuka!

Inkubator Strategi Industri Musik, Pendaftaran Bromo Jazz Camp 2026 Resmi Dibuka!

by Jazz Gunung Indonesia
July 14, 2026

Industri musik hari ini bukan lagi sekadar tentang seberapa cepat jari Anda berpindah di atas papan instrumen atau seberapa...

Rangkaian BRI Jazz Gunung Bromo 2026 Dari 18-25 Juli

Menjelajahi Rangkaian Program Sepekan Penuh BRI Jazz Gunung Bromo 2026

by Jazz Gunung Indonesia
July 8, 2026

Menghadiri BRI Jazz Gunung Bromo 2026 bukan lagi sekadar perkara datang, duduk manis di amfiteater, lalu pulang setelah musisi...

Sinergi Internasional Simone Prattico, Sri Hanuraga, Dan Kevin Yosua Siap Hipnotis BRI Jazz Gunung Bromo 2026

Sinergi Internasional Simone Prattico, Sri Hanuraga, dan Kevin Yosua Siap Hipnotis BRI Jazz Gunung Bromo 2026

by Jazz Gunung Indonesia
July 8, 2026

Salah satu daya pikat terbesar dari BRI Jazz Gunung Bromo 2026 yang akan digelar pada 24 & 25 Juli...

Jazz Gunung Bromo Day 1 poster featuring Ring of Fire Project feat. Simone Prattico and Sri Hanuraga

Eksplorasi Magis Ring of Fire Project Menuju BRI Jazz Gunung Bromo 2026

by Jazz Gunung Indonesia
July 4, 2026

Keindahan sejati dari sebuah pertunjukan musik di alam terbuka adalah kemampuannya meleburkan batas-batas geografis menjadi satu harmoni yang universal....

Indra Lesmana Llw, Eva Celia, Dan Teza Sumendra Di Bri Jazz Gunung Bromo 2026

Nonton Indra Lesmana LLW Feat Teza Sumendra dan Eva Celia, Buru Diskon Tiket 40% BRImo di BRI Jazz Gunung Bromo 2026

by Jazz Gunung Indonesia
July 3, 2026

Keindahan sejati dari sebuah panggung musik berkelas terletak pada keberanian memadukan berbagai sensibilitas estetika yang berbeda  untuk disuguhkan oleh...

Sentuhan Melankolis Bilal Indrajaya Siap Hangatkan Panggung BRI Jazz Gunung Bromo 2026

by Jazz Gunung Indonesia
July 3, 2026

Ada alasan mengapa musik tertentu terasa jauh lebih hidup ketika didengarkan di alam terbuka. Musik bukan sekadar tentang susunan...

Pendaftaran Pasar Karya Lokal BRI Jazz Gunung Bromo 2026

Slot Terbatas! Pendaftaran Pasar Karya Lokal BRI Jazz Gunung Bromo 2026

by Jazz Gunung Indonesia
July 2, 2026

Rangkaian petualangan esensial “Jazztination” bersiap mengalirkan energinya ke ujung timur Pulau Jawa. Setelah sukses menyuguhkan keintiman magis di lereng...

Andy F. Noya di BRI Jazz Gunung Slamet 2026

Dari Makan Durian hingga Konser Tanpa Sekat, Ini Impresi Andy F. Noya di BRI Jazz Gunung Slamet 2026

by Jazz Gunung Indonesia
June 30, 2026

Keindahan sejati sebuah festival musik luar ruangan sering kali tidak hanya diukur dari kemegahan tata lampu di atas panggung,...

Discussion about this post

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Jazz Gunung (@jazzgunung)

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Jazz Gunung (@jazzgunung)

Jazz Gunung

MEMBER OF

Forum Jazz Indonesia

ORGANIZED BY

Jazz Gunung Indonesia
FOLLOW US ON CONTACT US
COPYRIGHT © 2026 JAZZ GUNUNG INDONESIA. All Rights Reserved.
6553
No Result
View All Result
  • JAZZ GUNUNG SERIES
    • JAZZ GUNUNG BROMO
    • JAZZ GUNUNG SLAMET
  • ARTISTS
  • ABOUT US
  • BROMO JAZZ CAMP
  • VOLUNTEER
  • NEWS
  • TICKETS

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.