Jazz Gunung

Logo Jazz Gunung White
  • JAZZ GUNUNG SERIES
    • JAZZ GUNUNG BROMO
    • JAZZ GUNUNG SLAMET
  • ARTISTS
  • ABOUT US
  • BROMO JAZZ CAMP
  • VOLUNTEER
  • NEWS
  • LIVE REPORT
TICKETS
Logo Jazz Gunung White
  • JAZZ GUNUNG SERIES
    • JAZZ GUNUNG BROMO
    • JAZZ GUNUNG SLAMET
  • ARTISTS
  • ABOUT US
  • BROMO JAZZ CAMP
  • VOLUNTEER
  • NEWS
  • LIVE REPORT
TICKETS
Logo Jazz Gunung White
Logo Jazz Gunung White
  • JAZZ GUNUNG SERIES
    • JAZZ GUNUNG BROMO
    • JAZZ GUNUNG SLAMET
  • ARTISTS
  • ABOUT US
  • BROMO JAZZ CAMP
  • VOLUNTEER
  • NEWS
  • LIVE REPORT
  • TICKETS

Home » Jazz, tapi ”Party”

Jazz, tapi ”Party”

July 27, 2026
Jazz, Tapi ”party”

Dikotomi jazz atau bukan sepertinya perlu disudahi. Sebab, corak musik ini sudah menjelma dalam banyak rupa. Di BRI Jazz Gunung Bromo, jazz jadi ajeb-ajeb. KOMPAS/HERLAMBANG JALUARDI

Festival BRI Jazz Gunung Bromo mengentak dengan musik-musik berlanggam ”aneh” yang biasa terdengar di kelab malam atau diskotik. Nuansa elektronik menyeruak di antara nada-nada melodi khas jazz. Pada perhelatannya yang ke-18 ini, festival tahunan di amfiteater Jiwa Jawa Resort, kaki Gunung Bromo, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Jawa Timur, bercorak masa kini.

Musik paduan jazz dengan bebunyian sintetis dan mesin drum yang dalam disuguhkan trio Batavia Collective asal Jakarta. Trio ini memakai instrumen berbasis elektrik, yakni synthesizer keyboard, synthesizer bass, dan drum. Ketukan dari set drum itu pun terdengar seperti mesin ketukan robotik.

Trio Batavia Collective
Trio Batavia Collective terdiri dari Elfa Zulham (kiri), Kenny Gabriel, dan Doni Joesran mengisi perhelatan BRI Jazz Gunung Bromo hari pertama, Jumat (24/7/2026), di amfiteater Jiwa Jawa Resort, Wonotoro, Probolinggo, Jatim. Musik mereka asyik untuk berdisko. KOMPAS/HERLAMBANG JALUARDI

Mereka memainkan lagu-lagu dari dua album pendeknya. Meski albumnya pendek, durasi mainnya panjang. Sebagian pengunjung merespons dengan berdiri bergoyang tipis-tipis dari lokasi duduknya. Gerak tubuh lumayan menghangatkan badan dari suhu sekitar 11 derajat celsius dengan sesekali angin bersemilir.

”Kami tidak pernah menyiapkan daftar lagu setiap pentas. Pilihan lagunya mengikuti suasana crowd atau karakter arena,” kata Kenny Gabriel, pemain synthesizer bass, sebelum naik panggung. Rekannya, Elfa Zulham (drum) dan Doni Joesran (synthesizer keyboard), mengamininya.

Elfa Zulham Trio Batavia Collective
Elfa Zulham menabuh drum bersama grupnya, Batavia Collective, pada hari pertama BRI Jazz Gunung Bromo, Jumat (24/7/2026). KOMPAS/HERLAMBANG JALUARDI

Mereka sepakat arena Jazz Gunung Bromo di luar ruang pada elevasi tinggi menggugah racikan musiknya. Ruang itu direspons dengan corak lagu-lagu yang biasanya terdengar di kelab malam atau rave party dengan kerumunan terbatas. Nuansa deep house menggetarkan tanah.

Sore sebelumnya, keajaiban paduan musik jazz dan elektro pop modern disuguhkan sekawanan bernama lucu, Plutato. Para personelnya multinegara, yakni Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, dan Taiwan-Australia. Namun, komposisi musiknya sungguh menyegarkan. Salah satu racikan yang menarik adalah menyilangkan Radiohead dengan Miles Davis.

Musik Jazz Bernuansa Futuristik Dari Band Multinasional Plutato
Musik jazz bernuansa futuristik dari band multinasional Plutato berpadu dengan keelokan bentang alam kawasan Gunung Bromo di Probolinggo, Jatim, Jumat (24/7/2026). KOMPAS/HERLAMBANG JALUARDI

”Jazz itu semestinya tanpa batas, membebaskan. Ini (jazz) adalah ruang pertemuan berbagai corak, pribadi, dan selera,” kata Will, pemain keyboard synthesizer yang tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia.

Selain memainkan nomor yang jadi terdengar seperti bunyi-bunyian dari luar angkasa—sesuai nama mereka, Pluto dan Potato, mereka juga membawakan nomor ”Innocentia” yang mengundang penyanyi berambut merah, Cait Lin. Ini adalah lagu berbahasa Mandarin.

”Ketika membawakan lagu itu, aku merasa penonton menerka-nerka voicing-nya. Lama-lama mereka tahu itu lagu berbahasa leluhur kami,” kata pemain saksofon, Justin Liao. Justin dan Cait Lin didapuk mengiringi lagi Batavia Collective pada malam harinya. ”Kami sudah dengar banyak tentang Batavia Collective dan kami suka,” ujar Cait Lin.

Klop sudah. Hari pertama perhelatan itu, Jumat (24/7/2026), menguratkan warna baru pada bentuk jazz dan presentasinya di sebuah festival yang jauh dari gemerlap kota. Paradoks sedemikian membuat hari pertama itu menarik.

Siluet Isyana Sarasvati Ketika Tampil Sebagai Penutup Hari Pertama Perhelatan Bri Jazz Gunung Bromo
Siluet Isyana Sarasvati ketika tampil sebagai penutup hari pertama perhelatan BRI Jazz Gunung Bromo, Jumat (24/7/2026). Isyana mengaransemen ulang lagu-lagu tenarnya bernuansa chamber, yang melodius dan megah. KOMPAS/HERLAMBANG JALUARDI

Malam yang makin dingin itu ditutup dengan penampilan Isyana Sarasvati, yang langgam musiknya agak jauh dari jazz, mendekati pop klasik. Malam itu, dia mengajak empat pemain instrumen gesek. Lagu-lagu yang biasanya mengentak macam ”My Mistery”, ”Il Sogno”, dan ”Under God’s Plan” jadi megah ala musik chamber.

Dengan suguhan semacam itu, masa depan jazz tak perlu dipusingkan. Ia berkecambah, tumbuh membesar dengan aneka wujud presentasinya masing-masing. Mantap!

Source Link

Kompas id

Kompas.id adalah surat kabar nasional Indonesia di bawah naungan PT Kompas Media Nusantara

Related Posts

Harian Disway 25 Juli 2026

Harmoni Luluhkan Bediding

by Harian Disway
July 27, 2026

 Berbagai jenis musik silih berganti. Mewarnai gelaran BRI Jazz Gunung Bromo 2026 hari ketujuh, 24 Juli 2026. Ajang...

Malam Terakhir Jazz Gunung Bromo 2026, Hip Hop Bikin Penonton Menggila

Malam Terakhir Jazz Gunung Bromo 2026, Hip Hop Bikin Penonton Menggila

by Jazz Gunung Indonesia
July 27, 2026

 Dentuman musik jazz dan hip-hop yang dibawakan Indra Lesmana bersama Eva Celia, Teza Sumendra, serta sejumlah musisi lainnya...

BRI Jazz Gunung Bromo 2026 Sukses Sedot Penonton, UMKM Ikut Terdongkrak

BRI Jazz Gunung Bromo 2026 Sukses Sedot Penonton, UMKM Ikut Terdongkrak

by Jazz Gunung Indonesia
July 26, 2026

 Digelar di Amphitheater Jiwa Jawa Resort Probolinggo, festival tahunan ini menawarkan pengalaman menikmati musik jazz di ketinggian, dengan...

RRI Pro 2 Malang Ulas Kesiapan H 1 Jelang BRI Jazz Gunung Bromo 2026

RRI Pro 2 Malang Ulas Kesiapan H-1 Jelang BRI Jazz Gunung Bromo 2026

by Jazz Gunung Indonesia
July 23, 2026

 Menjelang pembukaan panggung utama BRI Jazz Gunung Bromo 2026 pada 24–25 Juli esok, dinamika persiapan di kaki Gunung...

Semangat Menghidupkan Jiwa Etnik Di BRI Jazz Gunung Bromo 2026

Mengintip Dapur Ide Kultural: Semangat Menghidupkan Jiwa Etnik di BRI Jazz Gunung Bromo 2026

by KLCBS Bandung
July 20, 2026

 Seni tidak pernah lahir dari ruang kosong. Di balik megahnya sebuah pagelaran kultural, selalu ada narasi panjang, keringat...

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris Bersama Founder Jazz Gunung Indonesia Sigit Pramono di Amphiteater Seruni Point Kecamatan Sukapura. (Foto : Prokopim)

Jazz Gunung dan Bromo Sunset Music and Culture Perkuat Pariwisata dan Budaya Kabupaten Probolinggo

by Pemkab Probolinggo
July 19, 2026

Jazz Gunung Series Bromo Sunset Music and Culture Vol. 3 kembali menjadi panggung kolaborasi seni, budaya dan pariwisata di...

Festival Musik BRI Jazz Gunung Series 2026 Hadirkan Pengalaman Jazz Di Atas Pegunungan

BRI Jazz Gunung Series 2026 Siap Digelar, Konsisten Sajikan Festival Jazz Berkelanjutan

by Kompas id
June 19, 2026

Dari sekian banyak festival jazz di Indonesia, Jazz Gunung mungkin bukan yang paling ambisius untuk menggaet sebanyak mungkin penonton....

Jazz Poros Tengah Bergaung Di Gunung

Jazz Poros Tengah Bergaung di Gunung

by Kompas id
August 10, 2025

Awal Juli lalu jagat media sosial dihebohkan dengan polemik ”Festival Jazz yang Enggak Nge-Jazz” yang dilontarkan musisi jazz kenamaan...

Nonton Jazz Gunung Series 3 Ijen 2025

Nonton Jazz Gunung Series 3 Ijen 2025: Musik Syahdu & View Nendang, Bikin Hati Tenang!

by Tribun News
August 10, 2025

Hujan gerimis menambah kesan pegunungan kian kental di tengah penampilan sejumlah musisi jazz dalam gelaran Jazz Gunung Ijen 2025...

Lukisan Cat Air Berjudul Burned But Fruitful

Seni Visual dalam Harmoni Musikal

by Kompas id
July 31, 2025

Karya seni visual bisa disandingkan dengan seni musik seperti yang terlihat di festival Jazz Gunung. Kehadiran mereka menjadi hiburan...

Discussion about this post

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Jazz Gunung (@jazzgunung)

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Jazz Gunung (@jazzgunung)

Jazz Gunung Bromopedia
Videos Photo Gallery Press & Media Program Guide

MEMBER OF

Forum Jazz Indonesia

ORGANIZED BY

Jazz Gunung Indonesia
FOLLOW US ON CONTACT US
COPYRIGHT © 2026 JAZZ GUNUNG INDONESIA. All Rights Reserved.
7518
No Result
View All Result
  • JAZZ GUNUNG SERIES
    • JAZZ GUNUNG BROMO
    • JAZZ GUNUNG SLAMET
  • ARTISTS
  • ABOUT US
  • BROMO JAZZ CAMP
  • VOLUNTEER
  • NEWS
  • LIVE REPORT
  • TICKETS

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.