Digelar di Amphitheater Jiwa Jawa Resort Probolinggo, festival tahunan ini menawarkan pengalaman menikmati musik jazz di ketinggian, dengan udara sejuk dan panorama Gunung Bromo yang memukau.
Tidak hanya dihibur oleh penampilan para musisi, pengunjung juga dapat menikmati beragam produk dari puluhan tenant UMKM lokal, mulai dari kuliner khas Bromo hingga aneka kerajinan tangan.
Kehadiran UMKM dan pameran seni menjadikan festival ini turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Antusiasme pengunjung terlihat sepanjang penyelenggaraan acara. Mereka datang dari berbagai daerah untuk menikmati perpaduan harmoni musik jazz, suhu dingin pegunungan, serta kekayaan kuliner lokal yang menjadikan pengalaman menonton semakin berkesan.
Panggung Jazz Gunung Bromo dimeriahkan deretan musisi lintas generasi dan lintas genre.
Penampilan Indra Lesmana bersama Eva Celia dan Teza Sumendra menjadi salah satu penampilan yang paling dinantikan, sekaligus menutup rangkaian festival dengan sambutan meriah dari para penonton.
Penyelenggaraan BRI Jazz Gunung Bromo 2026 diharapkan terus menjadi pendorong pertumbuhan industri musik dan ekonomi kreatif nasional.
Melalui kolaborasi antara seni, pariwisata dan pemberdayaan UMKM, festival ini menunjukkan bahwa event musik juga mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

Jazz Gunung Indonesia merupakan penyelenggaraan musik etnik berskala internasional yang diprakarsai oleh tiga sahabat: Sigit Pramono, Butet Kartaredjasa, dan Almarhum Djaduk Ferianto.
Jazz Gunung Series merupakan salah satu wujud dedikasi Jazz Gunung Indonesia untuk merambah ke gunung-gunung yang tersebar di Indonesia dengan mengangkat pariwisata dan kearifan lokal daerah yang diusung










Discussion about this post